Pedoman Penjaminan Mutu

Sebagai perguruan tinggi agama negeri, IAIN Salatiga terus berupaya mengembangkan, baik secara kelembagaan maupun manajemen. Dalam pengembangan ini, salah satu acuannya adalah mengacu pada Kerangka Pengembangan Pendidikan Tinggi Jangka Panjang (KPPTJP) 2003-2010. Di sini disebutkan 3 (tiga) kebijakan dasar yaitu:(1)Daya Saing Bangsa (Nation’s Competitiveness); Meningkatkan kemampuan dalam menggali, memanfaatkan, dan mengembangkan sumber daya yang ada untuk dapat tampil sebagai bangsa yang terhormat dalam percaturan regional maupun global. (2) Otonomi (autonomy); Kewenangan dalam mengembangkan dan mengelola jurusan pendidikan secara mandiri untuk menghasilkan karya akademik dan lulusan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat luas. (3) Kesehatan Organisasi (Organizational Health); Meningkatkan kapasitas institusi agar dapat selalu tumbuh dan berkembang, mengatasi dan mengantisipasi berbagai permasalahan yang dihadapi serta proaktif dalam menyongsong masa depan.

Proses dalam meningkatkan kapasitas institusi dalam penyegaran organisasi adalah paling tidak terdapat unsur-unsur: peningkatan kapasitas institusi (Institutional Capacity Building), pengelolaan tatakerja Perguruan Tinggi (University governance), pengelolaan sumber daya keuangan (Financing), dan peningkatan kapasitas maupun kualitas sumber daya manusia (Human Resources). Maka dari itu diperlukan Penerapan  Sistem Penjaminan Mutu (Quality Assurance) dan pelaksanaannya adalah atas inisiatif sendiri (internally driven). Maksudnya ialah bahwa penjaminan mutu merupakan kegiatan mandiri yang dirancang, dijalankan dan dikendalikan sendiri oleh perguruan tinggi yang bersangkutan.

Untuk pencapaian kualitas perguruan tinggi yang berkelanjutan (continuous quality improvement), maka pelaksanaan penjaminan mutu secara internal oleh Perguruan Tinggi, harus dikontrol dan diaudit melalui proses akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan setiap perguruan tinggi berkewajiban melaksanakan Evaluasi Jurusan  Berbasis Evaluasi Diri (EPSBED) dibawah Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Menyadari dengan derasnya arus globalisasi telah menyebabkan tuntutan masyarakat dan tingkat kompetisi baik antar PTAI maupun dengan perguruan tinggi umum  semakin tinggi, oleh karena itu penjaminan dan peningkatan kualitas harus benar-benar dilaksanakan. Oleh karenanya sejak tahun 2006, IAIN Salatiga telah memiliki Unit Penjaminan Mutu Akademik. yang dalam pelaksanaan proses penjaminan mutu bekerja sama dengan Fakultas, Jurusan  dan Unit Terkait lainnya. Meskipun UPMA-IAIN Salatiga belum mengadopsi sepenuhnya model organisasi dan sistem penjaminan mutu yang dikembangkan oleh Ditjen. Dikti., namun secara substansi telah berupaya melaksanakannya sesuai dengan kapasitas dan lingkup organisasinya

Penjaminan mutu merupakan proses penetapan dan pemenuhan standar mutu pengelolaan secara konsisten dan berkelanjutan, sehingga konsumen, produsen dan pihak lain yang berkepentingan memperoleh kepuasan. Dalam konteks Pendidikan Tinggi maka penjaminan mutu merupakan proses penetapan dan pemenuhan standar mutu pengelolaan pendidikan tinggi secara konsisten dan berkelanjutan sehingga stake holder memperoleh kepuasan (Dikti, 2003). Dalam perkembangannya istilah “kepuasan” lebih diartikan sebagai manfaat, karena apabila kepuasan tidak selalu bermanfaat namun manfaat diharapkan dapat mendatangkan kepuasan.

Pada lingkup penjaminan mutu akademik IAIN Salatiga, proses penjaminan mutu  diartikan sebagai “Seluruh aktivitas yang telah direncanakan secara sistematik, dan telah diimplementasikan di dalam sistem mutu untuk memastikan bahwa suatu aktivitas/proses/keadaan telah memenuhi persyaratan mutu”. Mutu pendidikan di IAIN Salatiga dipahami  sebagai pencapaian tujuan pendidikan dan kompetensi lulusan yang telah ditetapkan sesuai rencana   strategis   dan   standar   mutu akademik. Di IAIN Salatiga, aktivitas-aktivitas penjaminan mutu diterjemahkan dalam kegiatan pembuatan Manual Mutu, pembuatan Standar Mutu, Standar Operasional Prosedur (SOP), dan lain-lain kegiatan yang mendukung proses peningkatan mutu secara berkelanjutan.